MlatenMania.com - Lada (Piper nigrum Linn.) merupakan tanaman rempah-rempah yang memiliki peran dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Budidaya lada di Indonesia dilakukan dalam skala kecil hingga besar. Beberapa sentra produksi lada adalah Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan.
Pembibitan lada dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya secara vegetatif dan generatif, salah satunya yaitu dengan cara setek batang, dengan memilih batang yang berkualitas untuk yang nantinya dijadikan bibit, kualitas bibit yang baik tentunya dapat meningkatkan kualitas tanaman lada itu sendiri, tanaman yang berasal dari bibit yang baik tentunya dapat juga meningkatkan produksi lada yang nantinya akan dihasilkan.
Klasifikasi Tanaman Lada
Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman dari famili Piperaceae. Famili tersebut terdiri dari 10-12 genus dan 1.400 spesies yang bentuknya sangat beragam mulai dari herba, semak, tanaman menjalar dan pohon-pohonan. Lada Merupakan genus piper ialah spesies tanaman yang berasal dari Ghats, Malabar India.
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Piperales
Family : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper nigrum L.
Morfologi Tanaman Lada
Lada memiliki batang berupa sulur yang berbentuk silindris dan berbuku-buku. Panjang antar buku dapat mencapai 5-12 cm. Secara anatomi batang lada merupakan bentuk dari monokotil dan dikotil dengan jaringan pembuluh tidak tersusun dalam bentuk xylem dan phloem sehingga perbanyakan lada secara grafting kurang berhasil. Pada tanaman lada terdapat sulur panjat, sulur gantung, sulur buah, dan sulur tanah. Sulur panjat tumbuh merambat menjadi tanaman penegak, pada setiap buku terdapat akar lekat yang apabila ditanam dapat menghasilkan individu baru. Sulur gantung merupakan sulur panjat yang tumbuhnya menggantung dan tidak memiliki akar lekat. Sulur tanah adalah sulur panjat yang tidak menemukan panjatan dan tumbuh menjalar di tanah, pada setiap akar lekat sulur tanah dapat membentuk akar adventif. Sulur buah merupakan cabang buah yang tumbuh dari batang penegak. Sulur tidak memiliki akar pelekat dan apabila ditanam akan menghasilkan buah lebih cepat. Sulur buah tidak dapat tumbuh tinggi dan tidak melekat pada batang penegak. Sulur buah digunakan untuk bahan setek lada perdu.
Akar tanaman lada terdiri dari dua jenis, yaitu akar yang tumbuh dari buku di dalam tanah membentuk akar lateral dan berfungsi sebagai penyerap zat makanan, serta akar yang tumbuh di atas tanah yang berfungsi sebagai akar perekat. Akar lateral tanaman lada selain berserabut pada bagian bawah batang merupakan akar tunggang. Berjumlah 10-20, dengan panjang antara 3-4 meter. Akar lada dapat melakukan penetrasi ke dalam tanah sampai kedalaman 1-2 meter. Sementara akar perekat yang tumbuh dari buku-buku batang di atas tanah tidak memanjang. Panjangnya terbatas berkisar antara 3-5 cm dengan fungsi utama untuk melekat pada tiang panjat. Fungsinya dapat berubah jika dilakukan perbanyakan secara vegetatif dengan memakai setek. Pada perbanyakan vegetatif dengan setek, akar lekat ini dapat berkembang menjadi akar adventif serabut yang biasa.
Lada memiliki tangkai daun dengan panjang 1,8-2,6 cm. Bentuk daun lada ada yang bulat telur dan ada yang berbentuk jantung dengan lebar 5-0 cm dan panjang 14-19 cm. Tulang daun lada terdiri ibu tulang (costa) dan tulang-tulang cabang (nervus lateral) yang melengkung terdiri dari 3 - 4 pasang.
Bunga tanaman lada adalah majemuk yang tumbuh mengelilingi malai bunga. Setiap malai terdiri dari 100-150 bunga yang nantinya akan menjadi buah. Malai bunga hanya akan keluar dari cabang plagiotrop. Bunga tanaman lada tergolong bunga lengkap yang terdiri dari tajuk, mahkota bunga, putik, dan benang sari.
Buah tanaman lada berbentuk bulat dengan biji keras dan berkulit lunak, berwarna hijau tua pada waktu muda dan berangsur-angsur kekuning-kuningan lalu berwarna kemerahan bila buah tersebut telah masak (Budiyanto, 2014). Besar kulit dan bijinya 4-6 mm, sedangkan besarnya biji 3-4 mm. Berat 100 biji kurang lebih 38 g. Kulit buah pada lada terdiri dari 3 bagian yaitu kulit luar, kulit tengah, dan kulit dalam. Di dalam kulit ini terdapat biji yang merupakan produk dari buah lada, biji-biji ini juga mempunyai lapisan kulit yang keras.
Manfaat Lada Bagi Kesehatan
Berkat nutrisinya yang melimpah, lada sering kali digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan tertentu. Berikut ini adalah berbagai manfaat lada bagi kesehatan:
1. Meredakan hidung tersumbat
Manfaat lada dapat meredakan hidung tersumbat karena mengandung dekongestan alami. Dekongestan ini bekerja dengan cara mengencerkan penumpukan lendir di saluran pernapasan, sehingga Anda bisa kembali bernapas dengan lega.
Anda bisa mencampurkan lada dalam hidangan berkuah hangat, seperti sup ayam, untuk mendapatkan manfaat ini.
2. Mencegah kerusakan sel
Kandungan antioksidan yang tinggi pada lada berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Paparan radikal bebas merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini, penyakit jantung, dan kanker.
3. Menghambat pertumbuhan bakteri
Salah satu manfaat lada adalah sebagai antibakteri alami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sifat antibakteri dalam lada terlihat mampu menghambat pertumbuhan beragam jenis bakteri penyebab infeksi (patogen), seperti E. coli, Listeria, Salmonella, dan Staphylococcus.
Selain dapat mencegah berbagai penyakit dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, manfaat lada juga dapat digunakan sebagai pengawet alami makanan.
4. Mencegah dan mengatasi gangguan pencernaan
Beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan zat piperin dalam lada dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh, mendukung produksi enzim pencernaan, menjaga kesehatan saluran pencernaan, dan mencegah serta membantu mengatasi diare.
Lada juga bermanfaat sebagai prebiotik serta mengandung zat yang dapat melemaskan otot-otot di dinding saluran cerna, sehingga baik untuk meringankan nyeri perut dan perut kembung.
Selain itu, manfaat lada juga dapat mencegah gangguan lambung. Hal ini karena lada memiliki efek antiradang dan antibakteri yang ampuh dalam menghambat pertumbuhan H. pylori, yakni bakteri penyebab tukak lambung.
5. Meredakan nyeri
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lada memiliki senyawa yang bersifat antiradang. Penelitian pun menunjukkan bahwa lada memiliki manfaat sebagai pereda nyeri alami.
Berkat kandungan zat tersebut, lada baik dikonsumsi untuk membantu meringankan nyeri dan mengatasi peradangan, misalnya radang sendi (osteoarthritis), nyeri kepala, dan sakit gigi.
6. Mengontrol kadar gula darah
Piperin dalam lada diduga mampu mencegah diabetes tipe 2. Hal ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa piperin dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin.
Kendati demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas lada dalam mengontrol kadar gula darah.
Karena kandungan nutrisi yang melimpah, manfaat lada bagi kesehatan tak perlu diragukan. Namun, pastikan Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsinya karena piperin dalam lada diketahui dapat menyebabkan mual, sakit kepala, batuk, dan jantung berdebar. Selain itu, hentikan konsumsi lada jika muncul reaksi alergi pada tubuh Anda.
Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan lada untuk tujuan pengobatan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Demikian artikel mengenai Mengenal Lebih Dekat Tanaman Lada, mudah-mudahan apa yang sudah Saya sampaikan pada kesempatan ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya. Sekian dan terimakasih.
Komentar0
Tinggalkan komentar Anda disini: