TpG6BSAiBUYlBUY5TUr5GfriGi==

Mengenal Seni Pertunjukan KIM

 MlatenMania.com - Perkembangan seni pertunjukan yang bersifat hiburan di Sumatera Barat bisa dikatakan sangat pesat. Semakin beragamnya pilihan seni pertunjukan sebagai hiburan telah membuka lahan-lahan baru dalam perekonomian masyarakat dalam dunia seni pertunjukan. Seni pertunjukan tersebut seperti talempong goyang, saluang dangdut, saluang orgen, orgen tunggal, KIM dan sebagainya. Dari semua pertunjukan tersebut, ada satu wajah lama yang saat ini mulai digemari kembali oleh masyarakat Sumatera Barat. Pertunjukan itu adalah pertunjukan KIM.

Mengenal Seni Pertunjukan KIM


Seni Pertunjukan KIM

Awal Kemunculan KIM

Pada tahun 1970-an KIM dipelopori oleh seniman yang bernama Idham, pada masa itu Idham mencoba menciptakan suatu permainan baru yang bisa manarik minat masyarakat banyak. Idham menciptakan permainan yang bisa menyaingi permainan judi yang dimiliki oleh rumah perjudian yang mana pada saat itu sangat diminati dan digemari oleh masyarakat. Idham mencoba menciptakan permainan yang bisa dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat dan alhasil terciptalah suatu permainan yang dikenal sebagai KIM. Idham juga mengatakan bahwasanya dia menemukan ide bentuk KIM dari permainan bingo yang dipopulerkan oleh masyarakat Melayu Cina yang ada di Sumatera Bagian Utara pada saat itu.

Pada masa awal penampilannya, KIM lebih banyak tampil dikeramaian seperti pasar malam. Seperti yang dituturkan oleh Idham bahwa saat itu pasar malam akan menjadi sangat ramai jika kami hadir dengan KIM, bahkan tak jarang banyak penyelenggara pasar malam mengundang dan menyediakan tempat untuk kami bermain KIM. Setiap kupon KIM yang dibawa semuanya terjual habis dalam setiap permainanya. Kupon-kupon tersebut dibuat sendiri oleh Idham pada saat itu, hasil penjualan kupon KIM digunakan untuk biaya produksi pertunjukan, dan juga hadiah yang nantinya akan diperebutkan pada pertunjukan KIM.

Tawaran yang ramai terhadap KIM menimbulkan kecemburuan terhadap para pemilik rumah perjudian pada saat itu yang terkena dampak buruk dari KIM berupa sepinya para penjudi yang datang kerumah perjudian mereka. Padahal jika dibandingkan besaran hadiah yang terdapat pada rumah judi tersebut jauh lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah hadiah yang ditawarkan oleh KIM. Permainan pantun yang digunakan sebagai media penyampaian angka-angka yang berhasil diundi dari tabung KIM tersebut menjadi magnet yang kuat bagi masyarakat Minangkabau pada saat itu.

KIM dicap sebagai judi sama sekali tidak diperdulikan oleh Idham. Bagi Idham dia hanya mencoba mencari uang dengan berkesenian dan menjual kupon, kenapa KIM yang dipermasalahkan sementara banyak judi lain yang lebih nyata tapi tidak dipermasalahkan seperti sabung ayam, togel, dan rumah judi lainnya. selain itu Idham juga menyebutkan bahwasanya ini terjadi karena kecemburuan sosial terhadap tingginya minat masyarakat terhadap permainan KIM.

Dari segi hadiah pada saat itu Idham menjelaskan bahwa hadiah ditentukan dari penjualan kupon KIM, semakin banyak kupon terjual makan semakin beragam pula hadiah yang akan diundi pada saat itu. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama dengan harga kupon yang sama, hanya saja setiap orang bebas membeli berapa jumlah KIM akan dibeli, selain itu tak jarang hadiah dari KIM ini ditambah oleh para peserta KIM yang belum puas dalam melakukan permainan KIM.

KIM Pada Saat Sekarang Ini

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pada pertengahan tahun 1990-an KIM mendapat pelarangan tampil dari pihak kepolisian karena banyakanya laporan bahwasanya KIM lebih bersifat Judi dari pada bersifat undian berhadiah seperti sebelumnya. Besaran hadiah yang menjadi taruhan permainan KIM ini menjadi tolak ukur pelarangan terhadap KIM ini. Selain itu penjual kupon untuk mendapatkan undian ini dikaji ulang oleh berbagai pihak sangat menegaskan kalau KIM ini adalah judi.

Ulah dari beberapa oknum tersebut menjadikan KIM tersebut kesulitan dalam penampilannya. Namun pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an terjadi suatu kesepakatan antara pemain KIM dengan pihak kepolisian. Kesepakatan tersebut adalah KIM boleh ditampilkan asal kupon dan hadiah nya diberikan secara cuma-cuma, ditambah lagi hadiah yang ditawarkan dalam permainan KIM juga harus memberi manfaat kepada para perserta KIM. Hadiah tersebut bisa berupa alat tulis, perlengkapan rumah tangga dan sejenisnya.

Sekarang kita bisa melihat KIM hadir dimana saja dan dalam perhelatan apapun. KIM hadir dalam memeriahkan acara yang bersifat formal maupun non formal ditengah masyarakat Minangkabau khususnya Sumatera Barat, baik yang di daerah asal ataupun diperantauan. Kupon KIM yang diberikan secara cuma-cuma ini telah menambah minat masyarakat ikut dalam permainan KIM ini, banyak masyarakat berpendapat bahwa KIM yang berpendapat bahwa KIM ini lebih banyak positifnya bila dibandingkan dengan orgen tunggal yang lebih banyak menyuguhkan hal negatif daripada positifnya. Keakraban yang tercipta dalam permainan KIM ini menjadi bukti bahwa KIM ini lebih banyak positifnya bila dibandingkan negatifnya. Dan itu kenapa KIM saat ini kim begitu sangat diminati oleh masyarakat sebagai hiburan dalam setiap perhelatanperhelatan.

Konsep Pertunjukan KIM

Dalam pertunjukan KIM, konsep permainan terdiri dari tiga bentuk, yaitu main sabarih atau satu baris, main duobarih atau dua baris, dan main panuah atau penuh yang terdiri dari enam baris.

1. Main Sabarih atau Satu Baris

Main sabarih (sebaris) merupakan bentuk permainan dengan cara mengisi lima angka yang terdapat dalam kupon kertas, yang diawali dengan kupon yang berwarna putih secara berderet ke samping. Nomor tersebut, akan diisi sesuai dengan nomor yang disebutkan oleh tukang Kim atau pendendang Kim, dengan cara memberi tanda dengan pulpen, atau pensil, atau spidol dan alat tulis lainnya. Nomor-nomor tersebut, apabila terisi dengan penuh satu baris, maka permain atau peserta harus berteriak “Oooo... masuaksiko (masuk di sini)”. Dengan kata lain, kupon kertas yang dipegang peserta berhasil memenangkan permainan.

Selanjutnya, pemegang kartu bergegas menuju meja si pendendang KIM untuk mencocokkan nomor, apakah nomor yang dipegang oleh salah seorang peserta tersebut sesuai dengan nomor yang didendangkan.

Apabila semua angka yang disebutkan oleh pendendang KIM sudah ditandai dan terisi penuh pada baris pertama atau kedua, baik di kolom A, B, maupun C, oleh peserta, maka peserta dinyatakan menang dan berhak menerima properti sesuai dengan yang sudah disepakati. Demikianlah, pertunjukan Kim pada permainan sabarih yang dilaksanakan secara berulang-ulang.

2. Main Duo barih (Dua Baris)

Main duo barih (dua baris) merupakan bentuk permainan dengan cara mengisi sepuluh angka, yang terdapat dalam kupon kertas, yang diawali dengan kupon yang berwarna biru muda secara berderet ke samping. Nomor tersebut akan diisi sesuai dengan nomor yang disebutkan oleh tukang dendang KIM, angka tersebut diberi tanda dengan pulpen, pensil, spidol, dan alat tulis lainnya. Nomor-nomor tersebut, apabila terisi dengan penuh sebanyak dua baris, maka pemain memberitahukan kepada tukang KIM dengan teriakan “Oooo... masuak siko” (masuk di sini).

Artinya, kupon kertas yang dipegang berhasil dimenangkan oleh peserta tersebut pada permainan KIM. Selanjutnya, pemegang kartu menuju meja si pendendang KIM untuk mencocokkan nomor pada kupon yang dipegangnya dengan nomor-nomor yang disebut oleh pendendang. Apabila semua nomor yang ada pada peserta sesuai dengan yang sudah didendangkan, maka pemain dinyatakan menang dalam permainan KIM. Pemain yang memegang kartu tersebut berhak mendapatkan hadiah sesuai dengan apa yang sudah disepakati. Setelah hadiah diberikan lalu permainan dilanjutkan seperti semula. Demikanlah, pertunjukan ini dilaksanakan secara berulangulang sampai waktu yang disediakan oleh yang punya hajat.

Konsep permainan duo barih prinsipnya adalah mengisi 10 angka yang terdapat pada kupon. Angka tersebut bisa berada pada kolom A, B maupun kolom C. Angkaangka tersebut bisa berada satu baris pada kolom A dan satu baris lagi berada pada kolom B atau pada kolom C, intinya, angka harus penuh terisi sebanyak dua baris.

3. Main Panuah

Main panuah atau main enam baris merupakan bentuk permainan dengan cara mengisi tiga puluh angka yang terdapat dalam kupon kertas secara penuh. Pola permainan penuh ini biasanya diperuntukkan untuk hadiah yang besar atau yang berharga lebih mahal dari hadiah-hadiah yang lain. Permainan ini biasanya diawali dengan kupon yang berwarna merah muda dengan konsep permainan yang sama dengan konsep permainan satu baris ataupun dua baris.

Permainan untuk memperebutkan hadiah yang paling berharga atau hadiah dengan konsep permainan penuh. Di akhir permainan, apabila kartu yang menang ada beberapa orang, sementara hadiah yang akan diperebutkan hanya satu, maka si pendendang mengundi nomor yang tertinggal dalam kaleng batu kuncang. Kemudian, bagi peserta yang dapat memperoleh nomor yang tertinggi, itulah yang dinyatakan menang dan berhak menerima hadiah puncak.

Apabila di antara peserta atau tamu masih ada yang ingin bermain, sementara hadiah yang akan diperbutkan telah habis, maka peserta tersebut bisa memberikan sejumlah uang tunai kepada si pendendang Kim untuk diperebutkan dengan cara KIM dimainkan kembali. Hadiah ini diperebutkan sesuai dengan permintaan yang memberi sumbangan dan tergantung pula dengan besar kecilnya uang disumbangkan. Sumbangan tersebut biasanya berkisar antara Rp. 20.000 sampai Rp. 100.000. Kalau hadiahnya Rp. 50.000 ke bawah. Biasanya diperebutkan dengan cara main sabarih atau sebaris. Sedangkan hadiah yang nominalnya Rp. 100.000, bisa main dua baris atau bermain secara penuh dengan kartu yang sama dengan sebelumnya.

Keseluruhan konsep permainan KIM merupakan bentuk aplikasi dari metamorfosa judi yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya. Permainan KIM merupakan satu kesatuan yang utuh dalam sebuah pertunjukan, yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat pendukungnya. Konsep judi pada permainan KIM sebelumnya, yang dilarang secara agama Islam dan adat istiadat yang berlaku di Minangkabau, bisa dihilangkan sehingga permainan ini dapat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat, baik tua, muda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai maupun ipar dan besan. Sehubungan dengan hal itu, tidak satu pun masyarakat atau budaya yang tidak memiliki musik. Musik adalah bentuk konkrit dari perilaku manusia yang saling memengaruhi dalam fungsinya berkaitan dengan kehidupan manusia.

Di samping itu, pertunjukan KIM dapat dijadikan untuk ajang silaturahmi dan tempat bebagi rezeki dalam masyarakat Kota Solok, sehingga secara tidak disadari ajang ini merupakan salah satu cara dalam melestarikan budaya Minangkabau kepada genersi muda.

Lagu Dalam Pertunjukan KIM

Lagu yang sering didendangkan dalam pertunjukan KIM adalah lagu dangdut, pop, India, melayu, dan lagu-lagu yang berirama minang. Syair lagu yang dibawakan dalam pertunjukan KIM terdiri atas pantun, gurindam, dan petatah-petitih Minangkabau. Adapun untuk menyebutkan angka, pantunnya disesuaikan dengan angka yang diambil dari dalam kaleng batu kuncang. Oleh karena itu, setiap pemain harus konsentrasi mendengarkan lagu yang dibawakan oleh pendendang tersebut.

Demikian artikel mengenai Mengenal Seni Pertunjukan KIM, mudah-mudahan apa yang sudah Saya sampaikan pada kesempatan ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Sekian dan terimakasih.

Komentar0

Tinggalkan komentar Anda disini:

Type above and press Enter to search.